5 Tanda Awal Terkena Kanker Rahim

image001Rahim merupakan bagian dari alat reproduksi wanita. Peranannya juga begitu penting, karena di sinilah tempat bayi menjalani hidupnya selama masa kehamilan. Sayangnya, sel-sel kanker yang parah dapat membuat Anda kehilangan rahim Anda.

Penyebab kanker rahim sebenarnya tidak diketahui dengan jelas. Namun, ada beberapa faktor yang mungkin bisa meningkatkan risiko wanita terkena penyakit ini, seperti :

  • Memiliki kelebihan berat badan
  • Lebih umum terjadi pada wanita berusia 60 tahun ke atas
  • Mendapat menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun
  • Belum pernah memiliki anak
  • Mengidap diabetes dan tekanan darah tinggi
  • Memiliki keluarga yang mengidap kanker rahim
  • Pernah menjalani terapi radiasi pada panggul
  • Mengidap tumor ovarium atau sindrom ovarium polikistik
  • Mengonsumsi obat hormon estrogen tanpa progesteron dan obat tamoxifen untuk mengobati kanker payudara

Meski begitu, faktor-faktor di atas tidaklah mutlak, karena ada beberapa wanita yang masuk dalam daftar tersebut namun tidak mengidap kanker rahim. Ada pula wanita yang terjangkit kanker rahim, tapi tidak mengalami hal-hal yang terdapat di daftar faktor risiko di atas.

Namun jika Anda masuk dalam daftar di atas dan mengalami tanda-tanda awal yang mengindikasikan kanker rahim, Anda disarankan untuk waspada. Berikut adalah beberapa tanda awal yang mengindikasikan kanker rahim :

  • Tanda bahaya awal kanker rahim adalah pendarahan vagina yang tidak normal atau terjadinya berkepanjangan. Pendarahan vagina tidak normal termasuk keluar darah diantara waktu menstruasi dan pendarahan setelah Anda mengalami menopause.
  • Rasa nyeri saat berhubungan seksual.
  • Sakit pada area panggul dan perut.
  • Berat badan berkurang secara tiba-tiba.
  • Terasa nyeri saat buang air kecil.

Periksakan Dirimu Ke Dokterimage002

Untuk mendeteksi apakah tanda-tanda yang Anda alami berkaitan dengan kanker rahim atau tidak, Anda mungkin akan menjalani satu atau beberapa tes, seperti :

  • Pemeriksaan panggul
  • Tes darah
  • Sinar X
  • USG transvaginal
  • Histeroskopi (menyisipkan tabung cahaya ke vagina untuk memeriksa kondisi di dalam rahim dan dinding rahim)
  • Biopsi (pengambilan sampel jaringan)
  • Dilatase dan kuretase

Jika dokter menemukan sel kanker pada rahim Anda, maka perawatan yang dapat Anda jalani adalah operasi histerektomi, terapi radiasi, terapi hormon, atau kemoterapi. Anda mungkin dapat menjalani lebih dari satu perawatan tergantung seberapa parah kondisi Anda.

Sebenarnya perawatan utama untuk mengatasi kanker rahim adalah operasi histerektomi (pengangkatan rahim, serviks, dan jaringan di sekitarnya). Operasi ini bisa membuat Anda berhenti memproduksi darah menstruasi dan Anda tidak dapat memiliki anak.

Namun jika kanker rahim Anda terdeteksi lebih awal, seperti masih dalam stadium 1, Anda masih bisa memilih menjalani terapi hormon. Dengan terapi hormon, Anda masih berpeluang untuk menjadi seorang ibu.

Kanker rahim menjadi salah satu penyakit yang ditakuti oleh kaum hawa karena kesuburanlah taruhannya. Jadi, kenali tanda awalnya agar Anda bisa mendapat penanganan awal yang tepat dan mencegah kanker rahim menggerogoti tubuh Anda lebih parah.

Author Info

admin

No Comments

Post a Comment

18 − two =