4 Jenis Flu yang Perlu Diwaspadai

Berikut adalah 4 Jenis Flu yang Perlu Diwaspadai :

Dengan banyak bermunculan headline di berbagai media massa mengenai flu burung, babi, dan penyakit yang bersumber dari virus influenza, sepertinya sangat dibutuhkan pengetahuan lebih mendalam mengenai jenis-jenis flu. Seperti yang dikutip oleh situs www.health.com, Robert Salata, Kepala Penyakit Menular di Universitas Case Medical Center di Cleveland, Amerika Serikat berujar : virus influenza memiliki genetik yang sama, dan mereka semua menginfeksi sistem pernapasan dengan berbagai flu yang beredar selama ini. Berikut ini kami sertakan 10 jenis flu yang patut menjadi perhatian.

1.      Flu Musiman (Seasonal Influenza)

Flu Musiman Sekedar informasi, di Amerika Serikat flu mengorbankan sekitar 200 ribu jiwa setiap tahun dan 3 ribu diantaranya sudah meninggal. Flu musiman kerap kali dianggap sepele oleh banyak orang tetapi melihat fakta-fakta di atas, jelas flu harus mendapatkan perhatian penuh. Lalu seperti apa sebenarnya flu musiman ini? Flu musiman memiliki gejala-gejala seperti sakit kepala, nyeri otot, demam, batuk, sakit tenggorokan, dan pilek. Anak-anak kecil, wanita hamil, orang dewasa berusia 65 tahun yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah atau gangguan saluran pernafasan paling rentan terhadap komplikasi influenza. Penularan sering terjadi melalui udara dan sentuhan pada barang-barang yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Baca http://klinikvaksinasi.com/harga-vaksin-influenza-cara-mengatasi-penyakit-flu-influenza/demi pencegahan flu musiman menjadi flu pademik.

  1. 2.      Flu Babi (H1N1)

Flu Babi (H1N1)Secara teknis,  istilah ” flu babi ” mengacu pada influenza pada babi . Kadang-kadang, babi menularkan virus influenza kepada manusia , terutama untuk petani babi dan dokter hewan . Seseorang yang terinfeksi melewati infeksi kepada orang lain Flu babi atau H1N1 menjadi sorotan dunia pada tahun 2009. Di Amerika Serikat, virus H1N1 telah mencapai proporsi pandemik dimana 60 juta jiwa telah menderita dan 12 ribu jiwa diantaranya sudah meninggal. Gejala virus H1N1 memang tidak jauh berbeda dengan flu musiman, hanya saja virus ini lebih banyak menyerang mereka yang berada dalam kelompok usia 65 tahun kebawah. Tidak jauh berbeda dengan flu musiman, penularan influenza sering terjadi melalui udara dan sentuhan pada barang-barang yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. 3.      Flu Avian (Flu Burung)

Dikenal juga dengan flu burung, selama beberapa tahun terakhir banyak ditemukan di beberapa negara Asia, Afrika, dan beberapa negara di Eropa. Seperti dilansir oleh majalah Prevention edisi Januari 2014, seorang wanita asal Kanada melakukan perjalanan ke Cina dan tak lama kemudian ia meninggal karena flu burung yang sedang mewabah di Cina saat itu. “Flu burung” telah menginfeksi lebih dari 650 jiwa dan menewaskan 400 jiwa diantaranya sejak tahun 2003.  Seseorang yang terserang virus H5N1 akan kesulitan bernapas. Mereka yang terinfeski virus ini memiliki rasio perkiraan 60% untuk meninggal. Flu ini menyebar melalui kontak dengan hewan unggas yang terinfeksi kepada manusia. Namun, virus tidak dapat tertular kepada Anda jika Anda makan daging atau bahkan hanya menyentuh ungags seperti ayam di Supermarket.

4.      Flu Varian

Flu VarianVirus flu varian adalah flu babi jenis baru atau dikenal dengan H3N2. Dalam tiga tahun terakhir, lebih dari 300 orang di AS telah terinfeksi oleh strain baru, H3N2, terutama setelah menngunjungi peternakan babi sehingga melakukan kontak yang cukup lama dengan babi. Pertama kali terdeteksi pada orang di Juli 2011. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada babi di Amerika Serikat tahun 2010. Infeksi dengan H3N2v sebagian besar telah dikaitkan dengan kontak yang terlalu lama dengan babi di tanah pertanian . Ada kemungkinan bahwa infeksi sporadis dan wabah bahkan lokal antara orang-orang dengan virus ini akan terus terjadi .  Bagi kebanyakan orang, H3N2 tidak jauh berbeda dengan flu musiman ringan, tetapi komplikasi dapat terjadi. Tahun 2012, 16 orang dirawat di rumah sakit, dan satu orang dewasa meninggal. Mayoritas dari mereka yang terinfeksi adalah anak-anak, bukan orang dewasa. Menurut banyak pengamatan kesehatan seperti yang dikutip melalui situs resmi CDC, H3N2v terkait dengan virus flu manusia dari tahun 1990-an, sehingga orang dewasa cenderung memiliki kekebalan. Seperti flu burung, H3N2 tidak mudah menular dengan mudah di antara manusia.

Author Info

admin

No Comments

Comments are closed.

error: Content is protected !!