12 Penyakit yang Layak Diwaspadai Kala Travelling ke Luar Negeri

Setelah Anda sudah merencanakan jauh-jauh hari berliburan—entah dengan keluraga atau sahabat-sahabat terdekat—ada satu hal yang tidak boleh dilupakan. Apakah itu? Tentu saja kesehatan Anda. Apa gunanya kita mempersiapkan semua hal namun liburan kacau karena Anda sakit. Dengan keadaan cuaca yang berbeda dengan negara lain, seorang traveler harus siapa siaga dengan kemungkinan penyakit yang dapat mengganggu rencana liburan Anda.

Di beberapa negara di Amerika Latin seperti Brazil dan Argentina, penyakit seperti Yellow Fever sudah menjadi wabah (epidemik) sehingga dibutuhkan langkah pencegahan. Pencegahan bisa dilakukan dengan vaksinasi sebelum travelling. Berikut ini 12 penyakit yang patut Anda waspadai sehingga diperlukan vaksinasi sebelum travelling.

  1. Tipes (Tifoid)

Penyebab: penyakit demam berpotensi parah dan kadang-kadang mengancam jiwa, jika tidak ditangani dengan baik. Tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica serotype typhi. Penyakit ini menular melalui konsumsi air atau makanan yang sudah terkontaminasi oleh bakteri Salmonella typhi.

Negara Epidemik: Bahaya demam tipes banyak terjadi di negara-negara di Asia Selatan seperti India, Sri Langka, Pakistan, Bangladesh, Nepal, dan Bhutan. Selain itu, negara Asia Tenggara seperti Kamboja, Laos, dan juga Indonesia. Beberapa negara di Karibia, Afrika, Amerika Selatan, dan Tengah pun menjadi daerah di mana penyakit ini mudah menyebar.

Vaksinasi: Pencegahan melalui vaksinasi tipes dapat dilakukan dengan memberikan vaksin oral Vivotif, Vaksin yang dilemahkan Oral hidup ( Vivotif , dibuat dari strain Ty21a S. enterica serotipe Typhi oleh Crucell / Berna ). Selain itu vaksin injeksi Vi polisakarida kapsuler (ViCPS)/ (Typhim Vi, diproduksi oleh Sanofi Pasteur). Dalam 1 kali penyuntikannya, vaksin ini efektif melindungi tubuh dari tipes selama 3 tahun.

  1. Influenza

Penyebab: Influenza adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan, termasuk hidung, tenggorokan, cabang tenggorokan dan paru-paru. Media penularannya melalui udara (airborne infection) dan terjadi karena kontak tubuh seperti berjabat tangan, berciuman, menyentuh suatu benda seperti komputer dan perabotan rumah tangga.

Negara epidemik: Seluruh negara memiliki permasalahan flu apalagi ketika musim-pancaroba sehingga diwajibkan untuk mendapatkan vaksin flu setahun sekali. Wall Street Journal menulis: “12.279 kasus infeksi flu di Jerman sepekan terakhir Februari.”

Vaksin: Satu-satunya cara terbaik untuk melindungi terhadap flu adalah untuk mendapatkan vaksin flu setiap tahun . CDC merekomendasikan bahwa semua orang 6 bulan dan atau lebih , terutama orang-orang yang berisiko tinggi untuk terjadi komplikasi serius dari flu, mendapatkan vaksinasi setiap tahun . Vaksin flu wajib untuk didapatkan bahkan jika Anda tidak sedang merencanakan liburan ke luar negeri.

  1. Cacar Air

Penyebab: Cacar air adalah penyakit yang sangat menular, yang disebabkan oleh varicella – zoster virus (VZV) . Hal ini menyebabkan melepuh seperti ruam, gatal-gatal , kelelahan , dan demam . Cacar dapat berdampak buruk bagi bayi, orang dewasa, dan terutama mereka dengan sistem kekebalan yang lemah .

Negara Epidemik: Jika Anda berkunjung ke negara-negara seperti Nepal, India, Sri Lanka, dan negara-negara di kawasan Asia terutama Asia Tengah. Selain jika ada melakukan kunjungan ke negara Chile juga rentan oleh penyakit ini.

Vaksin: Vaksin Varicella bisa digunakan untuk mencegah Anda dari komplikasi cacar air.

  1. Hepatitis A

Penyebab: Hepatitis A adalah penyakit hati yang disebarkan oleh makanan dan air yang terkontaminasi. Penyakit ini juga dapat menyebar dari tangan seseorang dengan hepatitis A. Hepatitis A jarang menyebar melalui kontak seksual.

Negara Epidemik: Daerah epidemik mencakup seluruh bagian dunia kecuali Kanada , Eropa Barat dan Skandinavia , Jepang , Selandia Baru , dan Australia.

Vaksin: Selain menjaga kebersihan makanan dan minuman selama perjalana, vaksinasi sebelum perjalanan wajib untuk mendapatkan vaksin Hepatitis A. Vaksin ini terdiri dari dua dosis, diberikan berjarak 6 bulan. Vaksin Hepatitis A dinilai hampir 100% efektif oleh Badan Kesehatan Dunia.

  1. Hepatitis B

Penyebab: Hepatitis B adalah virus menular yang disalurkan melalui darah, produk darah seperti transfusi darah, dan cairan tubuh lainnya. Wisatawan dapat terinfeksi melalui hubungan seks tanpa kondom dengan orang yang telah terinfeksi, penggunaan narkoba dengan jarum suntik, dan transfusi dengan darah yang tidak diskrining .

Negara Epidemik: Hepatitis B paling umum mewabah di beberapa negara di Asia , Afrika , Amerika Selatan dan Karibia.

Vaksin: Vaksin ini diberikan dalam 3 dosis . Vaksin kedua diberikan 1-2 bulan setelah dosis pertama dan dosis ketiga adalah 6-12 bulan kemudian setelah dosis pertama .

  1. Yellow Fever

Penyebab: Demam kuning adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.

Negara Epidemik: Yellow Fever banyak ditemukan di berbagai negara di benua Amerika Latin dan Afrika seperti Argentina, Brazil, Colombia, Republik Kongo, Ekuador, Eritrea, Ethiopia, Kenya, Panama, Paraguay, Peru, São Tomé and Príncipe, Somalia, Tanzania, Trinidad dan Tobago, Venezuela, dan Zambia.

Vaksin: Vaksin demam kuning dianjurkan bagi mereka yang berusia ≥9 bulan yang bepergian ke atau tinggal di daerah yang berisiko terhadap penularan virus demam kuning di Amerika Selatan dan Afrika. Sebuah dosis tunggal melindungi dari Yellow Fever selama 10 tahun atau lebih.

7. Meningitis

Penyebab: Meningitis adalah penyakit yang disebabkan oleh peradangan pada selaput pelindung yang menutupi saraf otak dan tulang belakang yang dikenal sebagai meninges. Meningitis dapat berkembang sebagai respon terhadap sejumlah penyebab , biasanya bakteri atau virus , tetapi meningitis juga bisa disebabkan oleh cedera fisik , kanker atau obat-obatan tertentu.

Negara Epidemik: Meningitis banyak meyerang negara-negara di Afrika. Nmaun, akhir-akhir ini virus meningitis semakin menyedot perhatian setelah ditemukannya banyak jamaah haji meninggal karena penyakit ini sejak tahun 2015.

Vaksin: Ada dua jenis vaksin untuk melawan meningitis bakteri yang tersedia di Amerika Serikat: vaksin meningokokus polisakarida (Menomune®) dan meningococcal conjugate (Menactra® , Menveo® dan MenHibrix® ).

  1. Japanesse Enchapilitis

Penyebab: Japanesse Enchapilitis disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh nyamuk yang terinfeksi di Asia dan Pasifik Barat. Virus JE merupakan salah satu kelompok virus nyamuk – menular yang dapat menyebabkan radang otak.

Negara Epidemik: JE banyak terjadi di Asia dan bagian dari Pasifik barat . Ini biasanya terjadi di daerah pedesaan atau pertanian daerah, sering dikaitkan dengan pertanian padi . Di daerah beriklim sedang di Asia, transmisi JE bersifat musiman, dan penyakit ini biasanya puncaknya terjadi saat musim panas dan musim gugur. Di daerah subtropis dan tropis, penularan dapat terjadi sepanjang tahun , sering dengan puncak selama musim hujan.

Vaksin: Vaksin Japanesse Enchapilitis yang banyak digunakan di Indonesia adalah Imojev. Vaksin JE direkomendasikan untuk wisatawan yang berencana untuk menghabiskan 1 bulan atau lebih di daerah endemik selama JE musim penularan virus .

  1. Campak

Penyebab: Campak dimulai dengan demam, pilek , batuk , mata merah, dan sakit tenggorokan. Ini diikuti dengan ruam yang menyebar seluruh tubuh. Virus campak menyebar melalui udara melalui batuk dan bersin.

Negara Epidemik: Campak tetap menjadi penyakit yang umum di berbagai belahan dunia , termasuk wilayah di Eropa , Asia , Pasifik , Amerika Serikat, dan Afrika.

Vaksin: Campak dapat dicegah dengan pemberian vaksin MMR ( measles , mumps , dan rubella). Satu dosis vaksin MMR efektif 93 % untuk mencegah campak, dan dua dosis memiliki keefektifan 97 %.

  1. Rabies

Penyebab: Rabies adalah penyakit virus yang dapat disebabkan oleh hewan mamalia dan paling sering ditularkan oleh gigitan hewan yang memiliki rabies. Menurut data Centers of Diasease Control dan Prvention (CDC), sebagian besar kasus rabies yang dilaporkan disebabkan oleh hewan liar seperti rakun, sigung, kelelawar, dan rubah. Di Indonesia rabies banyak disebabkan oleh anjing liar yang tidak divaksinasi dan monyet liar.

Negara Epidemik: Rabies ditemukan di seluruh dunia, kecuali Antartika . Wisatawan yang mungkin datang ke dalam kontak dengan hewan liar atau domestik beresiko rabies seperti: wisatawan menghabiskan banyak waktu di luar rumah (seperti berkemah) , wisatawan dengan risiko kerja (seperti dokter hewan dan satwa liar profesional ), dan pelancong jangka panjang dan ekspatriat.

Vaksin: Vaksin Rabies memang tidak wajib seperti vaksin Varicella, MMR, dan Flu namun ada baiknya mengenal pemberian vaksin rabies. Jika mendapat gigitan dari hewan liar seperti rakun, kelelawar, vaksin rabies bisa melindungi Anda. Vaksin rabies diberikan 3 dosis: dosis kedua dan ketiga diberikan masing-masing 2-7 hari dan 21-28 hari setelah dosis pertama.

  1. Polio

Penyebab: Polio berpotensi melumpuhkan dan mematikan. Virus menyebar dari orang ke orang dan dapat menyerang otak dan sumsum tulang belakang, menyebabkan kelumpuhan orang yang terinfeksi.

Negara Epidemik: Pada tahun 2014, hanya ada 3 negara yang dinyatakan sebagai negara epidemic yaitu Pakistan, Nigeria, dan Afganistan.

Vaksin: Ada dua jenis vaksin yang dapat mencegah polio : Vaksin virus polio tidak aktif ( IPV) dan vaksin virus polio oral aktif (OPV) . Hanya IPV telah digunakan di Amerika Serikat sejak tahun 2000; OPV masih digunakan di seluruh sebagian besar dunia.

  1. Kolera

Penyebab: Gempa Bumi Haiti tahun 2010 mengorbankan1 juta jiwa dan 200 ribu diantaranya meninggal karena penyakit ini. Kolera adalah penyakit diare akut yang disebabkan oleh infeksi usus dengan bakteri Vibrio cholerae. Infeksi ini sering ringan atau tanpa gejala, tapi kadang-kadang bisa parah . Sekitar satu dari 10 (5-10 %) orang yang terinfeksi akan memiliki penyakit parah yang ditandai dengan diare berlimpah berair , muntah , kram kaki, dan dehidrasi. Komplikasi Kolera paling parah dapat menyebabkan seseorang meninggal.

Negara Epidemik: Penyakit ini masih terjadi di banyak tempat termasuk Afrika, Asia Tenggara, dan Haiti.

Vaksin: Saat ini, dua vaksin kolera oral yang tersedia : Dukoral® dan ShanChol®, yang oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) ditentukan memenuhi syarat.

 

 

 

Author Info

No Comments

Post a Comment

error: Content is protected !!